Geopolitik Islam bagian 3 Kekhalifahan Utsmaniyah / Istanbul
Kerugian besar dunia ketika Islam tidak menjadi kekuatan adidaya dunia atau pengendali kekuasaan dunia adalah rusaknya nilai-nilai dalam kehidupan sehingga manusia melakukan berbagai kejahatan dan kerusakan. Ketika komunis berkuasa lebih dari 100 juta manusia tewas dibantai oleh penguasanya sendiri, sedangkan ketika kapitalis berkuasa walaupun korban jiwa yang ditimbulkan tidak sebanyak komunis tetapi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan sangat parah, dan bisa jadi mesin pembunuh secara tidak langsung. Keserakahan dan memperturutkan hawa nafsu adalah ciri utama nilai yang tidak berlandaskan syariat Islam dalam kehidupan. Tujuan hadirnya kekuatan Islam secara global memang untuk menyiarkan ajaran Allah SWT, supaya manusia kembali ke jalan Allah SWT, jalan kebenaran dan tidak tenggelam dalam kemusyikan dan kekafiran senantiasa mengantarkan manusia ke jurang kecelakaan atau kegelapan.
Latar belakang berdirinya daulah Utsmaniyah bisa dirunut dari era kekhalifahan Abasiyah yang mendapatkan kekuasaannya dari kekhalifahan Ummayah dengan kudeta yang menyebabkan tidak terlatih dalam mengelola wilayah teritorial yang luas, sehingga banyak kawasan-kawasan yang melepaskan diri dan tidak mampu diambil lagi, contohnya wilayah Andalusia di Spanyol dan diikuti sejumlah kawasan di Afrika utara. Kesultanan Seljuk yang berada di Turki adalah bagian dari Kekhalifahan Abasiyah dan keluarga Utsman dengan kemampuannya banyak membantu kesultanan Seljuk dalam menghadapi Romawi di Byzantium. Dan karena kontribusinya yang besar dan demikian juga kekuatan bani Utsman maka kesultanan Seljuk memberikan kewenangan ke bani Utsman untuk mendirikan daulahnya sendiri. Pelan tapi pasti daulah bani Utsman semakin kuat dan berpengaruh di kawasan tersebut (Anatolia, Turki wilayah Asia saat ini) dan sekitarnya.
Peristiwa penaklukan Konstantinopel (ibukota Byzantium) oleh Sultan Muhammad Al Fatih (Mehmed II) pada 1453 M membuat dunia khususnya Romawi harus mengakui kehebatan dan kekuatan daulah Utsmaniyah ini. Simbol kebanggan Romawi Byzantium tersebut berhasil ditaklukkan pasukan Al Fatih setelah pengepungan benteng Konstantinopel selama berbulan-bulan. Dan setelah Sultan Salim I berhasil menundukkan Mamluk di Mesir, maka kemudian Sultan Salim mengangkat dirinya dan menggunakan gelar khalifah dan ini menandai era kekhalifahan Turki Utsmani. Puncak kejayaan kekhalifahan Turki Utsmani pada era khalifah Sulaiman Al Qonuni dengan luas wilayah mencapai hampir 2/3 dunia.
Salah satu prasyarat menjadi kekhilafahan berupa negara adidaya dunia seperti konsepsi yang mashur pada kekhilafahan Utsmaniyah, Abassiyah, Umayyah dan Khalafaur Rasyidin adalah suatu pemerintahan yang kuat dengan kemampuan mengontrol wilayah yang luas dan sebagai pusat peradaban yang mencakup antara lain politik, ekonomi, militer, kebudayaan, ilmu pengetahuan. Prasyarat lainnya bahwa ilmu pengetahuannya sebagai basis dan pilar peradaban tersebut harus berbeda (distinct) yakni harus bersumber dari Al Qur'an dan Hadist. Dengan paradigma berbasis Al Qur'an dan Hadist tersebut maka peradaban Islam sebagai suatu peradaban yang khas (distinctive) yang berbeda dengan ideologi kapitalis maupun komunis akan bisa berdiri kokoh dan tegak kembali.
Secara sederhana bahwa prasyarat yang harus dipenuhi, yakni penopang kekuasaan yang kuat sehingga jika ada negara Islam yang bisa mengalahkan Amerika atau China hari ini, maka khilafah Islamiyah insyaallah akan tegak kembali. Upaya menuju kesana bisa diawali dengan intensitas aktivitas dakwah dan kajian ilmiah yang tinggi dengan menggali Al Qur'an dan Hadist sebagai basis paradigma termasuk juga ilmu militer sehingga basis dan pilar peradaban Islam tersebut kuat. Masih jauhnya idealisme dan realita menjadikan upaya menegakkan khalifah Islamiyah adalah upaya berat umat Islam hari ini. Sejumlah ormas Islam menjadikan penegakan khilafah Islamiyah ini sebagai visi pergerakannya seperti Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin.
Selesai (bagian 3 dari 3).
Kalau jaman dulu rempah-rempah yg menjadi primadona perdagangan, era selanjutnya migas, dan saat ini ketika kerusakan lingkungan parah karena kapitalisme lalu terjadi perubahan iklim dan pemanasan global sehingga perlu program dekarbonisasi untuk menyelamatkan bumi, nickel untuk baterai, biofuel dan bioenergy, menjadi primadona.
Komentar
Posting Komentar